SELAMAT DATANG DI

KataLiterasi

Merawat Kata, Menumbuhkan Makna
Temukan review buku, rekomendasi buku bacaan, kamus istilah literasi, dan inspirasi membaca.

Review Buku Tenang, A Book That Can Hold You Tight: Menenangkan Pikiran atau Justru Membuat Mata Sibuk?

Review Buku Tenang, A Book That Can Hold You Tight: Menenangkan Pikiran atau Justru Membuat Mata Sibuk?

Kalau melihat sampul dan judulnya, saya langsung berpikir kalau buku Tenang, A Book That Can Hold You Tight karya Lapinggala ini akan menjadi salah satu buku self improvement yang menenangkan. Isinya pasti penuh kata-kata penyemangat dengan desain yang minimalis agar pembacanya benar-benar merasa "tenang".

Ternyata dugaan saya meleset.

{getToc} $title={Table of Contents}  

Buku ini justru tampil penuh warna, penuh ilustrasi, dan hampir setiap halamannya dihiasi berbagai elemen visual. Sekilas malah mengingatkan saya pada buku catatan kuliah yang penuh stabilo warna-warni atau bahkan buku anak-anak yang dipenuhi gambar.

Meski begitu, pengalaman membacanya tetap menarik. Di balik tampilannya yang ramai, buku ini menyimpan banyak refleksi sederhana tentang menerima masa lalu, menjalani masa kini, dan menghadapi masa depan dengan hati yang lebih lapang.

Lantas, apakah buku ini layak dibaca? Berikut ulasan lengkapnya.

Identitas Buku

Judul: Tenang, A Book That Can Hold You Tight
Penulis: Lapinggala
Penerbit: C Klik Media
Tahun: 2025
Jumlah: 152 halaman
ISBN: 978-602-623-357-132-6
Genre: Self Improvement, Motivasi, Pengembangan Diri
Dapatkan Bukunya Disini

Blurb

"Barangkali banyak hal yang kamu pikirkan akhir-akhir ini. Banyak kejadian pula terjadi di luar kendali. Dan ke depannya, masih akan ada banyak situasi yang harus kamu hadapi sendiri.

Tapi, yang tenang, ya...

Aku akan menemanimu bertahan melalui buku ini. Buku yang akan menggenggam dirimu dengan erat dan hangat. Barangkali sampai kamu tidak lagi merasa takut atau khawatir. Semoga buku inin selalu menemanimu sampai pada masa yang tidak bisa ditentukan.

Tenang, semua akan berlalu..."


Review Buku Tenang, A Book That Can Hold You Tight

Layout Penuh Warna yang Langsung Mencuri Perhatian

Hal pertama yang paling menonjol dari buku ini tentu saja desainnya. Kalau biasanya buku self improvement identik dengan halaman putih polos yang dipenuhi paragraf panjang, buku ini justru tampil sebaliknya.

Hampir setiap halaman dipenuhi ilustrasi, warna-warna cerah, tipografi yang bervariasi, hingga dekorasi yang membuat tampilannya terasa hidup.

Jujur saja, saya sempat berpikir, "Ini buku self improvement atau buku ilustrasi?"

Bahkan menurut saya tampilannya sedikit mengingatkan pada buku anak-anak karena hampir semuanya berwarna.

Bagi pembaca yang mudah bosan membaca buku motivasi dengan teks panjang, desain seperti ini tentu menjadi nilai tambah. Membaca terasa lebih ringan dan tidak melelahkan. 

Mengajak Berdamai dengan Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan

Di balik tampilannya yang ceria, isi buku ini sebenarnya cukup reflektif. Lapinggala mengajak pembaca menyadari bahwa hidup memang dipenuhi orang-orang yang datang dan pergi.

Tidak semua orang akan selalu tinggal. Ada yang hadir hanya sebentar, ada yang meninggalkan luka, ada pula yang pergi tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal.

Saat kehilangan seseorang, kita sering kali merasa kecewa, marah, menyesal, bahkan menyalahkan diri sendiri.

Melalui tiga bagian utama—masa lalu, masa kini, dan masa depan—buku ini mengajak pembaca memahami bahwa setiap fase kehidupan memiliki pelajarannya masing-masing.

Kita tidak bisa mengubah masa lalu.

Kita hanya bisa menerima, menjalani hari ini sebaik mungkin, lalu melangkah menuju masa depan dengan hati yang lebih tenang.

Tema tersebut disampaikan secara konsisten hingga halaman terakhir. 

Pengalaman Lucu Saat Membaca Buku Ini di Kereta

Ada pengalaman yang cukup unik ketika saya membaca buku ini. Waktu itu saya sedang berada di dalam kereta. Saya membaca buku ini cukup serius karena banyak bagian yang ingin saya cermati.

Tiba-tiba ibu yang duduk tepat di depan saya bertanya, "Mau ujian ya, Mas?"

Saya sempat bingung. Lalu saya jawab sambil menunjukkan sampul bukunya, "Nggak, Bu. Ini lagi baca buku Tenang. Buku self improvement."

Si ibu langsung tersenyum sambil mengangguk. Selanjutnya obrolan kami pun mengalir begitu saja. Beliau ternyata seorang perawat yang baru pulang bertugas dari salah satu rumah sakit di Semarang.

Kalau dipikir-pikir lagi, saya jadi paham kenapa beliau mengira saya sedang belajar. Karena beliau melihat layout bukunya.

Layout-nya Mirip Buku Catatan Kuliah Anak yang Rajin Pakai Stabilo dan Coretan

Kalau diperhatikan lebih detail, desain buku ini memang unik. Setiap halaman dipenuhi tulisan yang diberi warna, garis bawah, lingkaran, hingga berbagai elemen visual yang mengingatkan saya pada catatan kuliah teman-teman yang hobi memakai stabilo warna-warni.

Justru karena tampilannya menarik, saya beberapa kali refleks mengambil ponsel untuk memotret halaman yang menurut saya relate.

Beberapa teman yang meminjam buku ini juga mengatakan hal yang sama. "Ini buku sudah kayak stok buat story Instagram estetik."

Dan saya rasa memang benar. Secara visual, buku ini sangat fotogenik. 

Sayangnya, Terlalu Banyak Hiasan Justru Membuat Pesannya Kurang Sampai

Nah, di sinilah saya memiliki pendapat yang mungkin berbeda dengan sebagian pembaca. Saya pribadi merasa layout buku ini sedikit terlalu ramai.

Ilustrasinya sendiri tidak menjadi masalah. Justru ilustrasi membantu menggambarkan isi tulisan. Yang menurut saya berlebihan adalah banyaknya coretan, garis, warna, dan dekorasi yang langsung menempel pada teks.

Akibatnya, fokus saya justru sering berpindah-pindah. Alih-alih menikmati isi pesannya, mata saya sibuk mengikuti berbagai ornamen yang ada di halaman.

Jujur saja, setelah selesai membaca dari awal hingga akhir, saya merasa tidak banyak kalimat yang benar-benar melekat di ingatan. Padahal isi nasihatnya sebenarnya bagus.

Menurut saya, bukan karena tulisannya kurang berkualitas. Justru sebaliknya. Pesan-pesan yang ingin disampaikan cukup dalam. Sayangnya, penyajian visual yang terlalu ramai membuat keterbacaannya sedikit berkurang.

Padahal buku adalah "vitamin" untuk pikiran. Kalau pembacanya terlalu sibuk melihat dekorasi, pesan utamanya bisa saja terlewat. 

Isi Bukunya Tetap Layak Diapresiasi

Terlepas dari kritik saya terhadap desainnya, saya tetap mengapresiasi isi buku ini. Terlihat sekali bahwa setiap bab disusun dengan rapi. Tidak ada pembahasan yang keluar dari tema. Setiap bagian saling berkaitan dan membawa pembaca dari masa lalu menuju masa depan secara bertahap.

Saya hanya berharap pada edisi berikutnya, desain visualnya bisa dibuat sedikit lebih sederhana agar pesan-pesan baik di dalamnya semakin mudah diterima pembaca.

Karena menurut saya, isi buku ini layak mendapatkan perhatian lebih besar daripada dekorasinya.
 

Kelebihan Buku 

  • Layout full colour yang menarik dan berbeda dari kebanyakan buku self improvement.
  • Dipenuhi ilustrasi yang membuat membaca terasa lebih ringan.
  • Pembahasan dibagi menjadi tiga bagian: masa lalu, masa kini, dan masa depan sehingga alurnya runtut.
  • Banyak kutipan dan nasihat yang relate dengan kehidupan sehari-hari.
  • Cocok dijadikan teman membaca santai atau dijadikan bahan refleksi.
  • Visualnya sangat estetik sehingga menarik untuk dibagikan di media sosial. 

Kekurangan Buku

  • Desain halaman menurut saya terlalu ramai sehingga mengurangi fokus saat membaca.
  • Banyak coretan, garis, dan dekorasi yang justru membuat pesan utama kurang menonjol.
  • Setelah selesai membaca, isi buku terasa kurang membekas karena perhatian lebih banyak tersita oleh tampilan visual dibanding isi tulisan.
 

Rating


⭐⭐⭐☆☆ (3,9/5) atau Bagus

Saya memberikan 3,9 dari 5 bintang untuk buku ini.

Nilai plusnya ada pada isi yang relevan, ilustrasi yang menarik, dan penyusunan tema yang rapi. Buku ini juga berhasil menghadirkan pengalaman membaca yang berbeda dibanding buku self improvement pada umumnya.

Namun, menurut saya desain visual yang terlalu penuh justru menjadi kelemahan utama karena membuat fokus membaca sedikit terganggu. Andai tampilannya dibuat lebih sederhana tanpa mengurangi estetikanya, buku ini berpotensi memberikan pengalaman membaca yang jauh lebih nyaman. 

Pesan Moral

Hidup tidak selalu berjalan sesuai keinginan kita. Akan selalu ada orang yang datang, pergi, mengecewakan, atau meninggalkan luka. Namun semua itu merupakan bagian dari perjalanan hidup yang tidak bisa dihindari.

Yang bisa kita lakukan adalah menerima masa lalu, menjalani hari ini dengan sebaik mungkin, dan tetap melangkah menuju masa depan tanpa terus-menerus membawa beban yang sama.

Ketenangan bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan kemampuan untuk tetap berdiri meski keadaan tidak selalu berpihak kepada kita. 
 

Buku Ini Cocok Dibaca Siapa?

Saya merekomendasikan buku ini untuk: 
  • Pembaca yang sedang mencari buku self improvement dengan tampilan visual yang menarik.
  • Remaja dan mahasiswa yang menyukai buku penuh ilustrasi dan desain estetik.
  • Pecinta journaling, lettering, dan catatan penuh warna yang bisa dijadikan inspirasi visual.
  • Pembaca yang sedang belajar menerima kehilangan, perubahan hidup, atau proses berdamai dengan diri sendiri.
  • Pengguna media sosial yang gemar membagikan kutipan inspiratif karena banyak halaman yang memang terasa "Instagramable".
Sebaliknya, jika Anda lebih menyukai buku self improvement dengan tampilan sederhana, minim dekorasi, dan fokus pada isi tulisan, kemungkinan Anda akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan gaya penyajian buku ini. 

Kesimpulan

Tenang, A Book That Can Hold You Tight karya Lapinggala menawarkan pendekatan yang berbeda dibanding kebanyakan buku self improvement. Alih-alih hanya mengandalkan paragraf panjang, buku ini menggabungkan ilustrasi, warna, dan kutipan reflektif untuk menemani pembaca melewati berbagai fase kehidupan.

Bagi saya, kekuatan utamanya terletak pada pesan-pesan yang mengajak pembaca berdamai dengan masa lalu, menjalani masa kini, dan menyambut masa depan dengan lebih tenang. Namun, saya juga merasa desain yang terlalu ramai membuat sebagian pesan menjadi kurang mengena karena perhatian pembaca mudah teralihkan.

Meski begitu, jika Anda mencari bacaan ringan yang estetik, penuh ilustrasi, dan bisa menjadi teman refleksi di sela-sela kesibukan, buku ini tetap layak dipertimbangkan. Tidak hanya nyaman dinikmati secara visual, tetapi juga mengingatkan bahwa seberat apa pun hari yang sedang dijalani, pada akhirnya semua akan berlalu.
 

Kutipan Buku

Mari memeluk diri sendiri, mari merengkuh mesra, dan menjaga semuanya
Kepada segala yang pernah ada, yang lama atau sebentar, yang datang dan pergi, terima kasih. Aku belajar banyak hal.
Ketika kami memiliki luka, tanya hatimu apa kata baik-baik saja masih terasa jauh? 
Kerelaan menjadi peran penting akan makna, jika suatu saat nanti dipaksa melepaskan.
Kata ibu, "Jadilah orang yang pandai mensyukuri semua, ya." 
Jika segalanya masih mengizinkanmu hari ini untuk merawat luka, tidak apa-apa jaga ia sampai sembuh, sekalipun sulit. 
Ingat! Kita akan selalu bertumbuh walaupun tidak cepat 
Mari ciptakan senang ya, meskipun sebenarnya lukamu juga masih butuh dirawat. 
Orang sekeren kamu kaya gini masa murung mulu. Gak boleh ya! 
Jangan meredup, tetap selalu diusahakan bersinar di sepanjang hari dn nanti ya... 
Mari bertumbuh serta berkembang lebih baik lagi, berkali-kali lagi, dan selalu diusahakan lagi. 

Jaenal Jalalludin

Blogger, Fotografer, Backpaker yang suka sekali bertualang terutama naik gunung karena selalu bikin raindu jika sudah diatas sana

Lebih baru Lebih lama
Hadiah 56Th Penuh Makna

Formulir Kontak